Sunday, 28 August 2016

Dinamika Gelombang Perairan Pantai Negeri Latu

Perairan pantai Negeri Latu terletak disebelah Selatan Pulau Seram dan berhadapan langsung dengan Laut Banda. Akibatnya dinamika perairan pantai Negeri Latu sangat berhubungan dengan dinamika perairan yang terjadi di laut Banda. Dinamika perairan di laut banda terjadi secara musiman. Dengan demikian dinamika perairan pantai Negeri Latu juga mengalami perbedaan secara musim. Menurut (Wyrtki, 1961), akibat bertiup angin musom maka wilayah Indonesia mengalami musim Timur pada bulan Juni sampai Agustus, musim Barat pada bulan Desember sampai Februari dan musim peralihan pada bulan Maret sampai Mei dan Semptember sampai November.
Pada musim Timur, saat bertiup angin musom Tenggara kecepatan angin akan mencapai kondisi maksimum, akibatnya perairan Laut Banda bergelombang. Dengan posisi pantai Negeri Latu yang berhadapan dengan Laut Banda dan sesuai dengan arah datangnya gelombang menyebabkan pada musim Timur perairan pantai Negeri latu sangat dinamis dan menyebabkan perubahan morfologi. Selain itu pula letak dan posisi pantai juga berdampak terhadap besarnya energi gelombang yang berperan terhadap transport sedimen.
Gelombang yang terbentuk di laut Banda akan merambat dan tiba di perairan pantai Negeri Latu. Gelombang dan akan memberi energinya ke pantai. Besarnya energi gelombang yang terjadi sangat ditentukan oleh topografi dasar perairan dan besarnya gelombang.
Gelombang sangat berperan terhadap transpor sedimen di perairan. Besarnya transpor sedimen tergantung pada topografi perairan dan sudut datang gelombang. Transpor sedimen di perairan pantai dapat menyebabkan terjadinya perubahan garis pantai yaitu dapat menyebabkan abrasi dan akresi. Asumsinya adalah jika sedimen yang ditranspor dari titik tertentu lebih besar dari sedimen yang masuk ke titik tersebut, maka akan terjadi abrasi begitu pula sebaliknya. Jika jumlah sedimen yang keluar dan masuk memiliki kisaran yang sama maka pantai akan berada dalam kondisi yang stabil.
Selama ini, beberapa penelitian tentang dinamika dan transpor sedimen di perairan pantai telah dilakukan. Menurut Sangadji (2011), besarnya nilai rata-rata transpor sedimen yang terdistribusi bersamaan dengan gerak gelombang menunjukan bahwa jumlah rata-rata transpor sedimen sangat bervariasi, dikarenakan selain dipengaruhi oleh dinamika gelombang juga dipengaruhi oleh kondisi kemiringan lereng pantai. Sedangkan menurut Tutupary (2009), gelombang dengan energi yang besar sehingga terjadi abrasi di sepanjang pantai.

Dari penelitian tersebut, penelitian di pesisir pantai Negeri Latu belum perna dilakukan. Berdasarkan hal tersebut maka dianggap perlu untuk melakukan penelitian tentang Dinamika Gelombang dan Transpor Sedimen Pantai di Negeri Latu agar dapat memperoleh informasi tentang proses dinamika dan dinamika morfologi pantai yang dapat dimanfaatkan untuk pemanfaatan dan pengelolaan pesisir pantai.
untuk lebih jelasnya dapat di download skripsi lengkap saya pada link dibawah ini.
https://www.scribd.com/document/322354168/Dinamika-Gelombang-Perairan-Pantai-Negeri-Latu